Komunikasi.unhas.ac.id – Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional dengan menjadi co-host dalam penyelenggaraan “The 3rd International Conference on Navigating AI Ethics and Innovation”. Konferensi bergengsi ini akan menghadirkan para pakar internasional dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Ilmu Komunikasi, Syariah dan Hukum, Psikologi Agama, Terapi Biomedis, Manajemen Keuangan, Manajemen Strategis, Pendidikan, dan lainnya.
Penyelenggaraan konferensi ini diinisiasi oleh Keterlibatan Departemen Ilmu Komunikasi sebagai co-host ini diinisiasi olehsalah satu dosen Ilmu Komunikasi Unhas Dr. Andi Subhan Amir, M.Si. Keterlibatan ini pula menjadi bukti nyata pengakuan internasional terhadap kualitas akademik dan kontribusi keilmuan yang dihasilkan oleh departemen ini.
Menurut Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi Nosakros Arya, S.Sos., M.I.Kom, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat reputasi dan pengembangan departemen di tingkat global. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari konferensi internasional ini. Keterlibatan kami sebagai co-host menunjukkan bahwa Departemen Ilmu Komunikasi UNHAS telah diakui secara global dalam kajian ilmu komunikasi dan isu-isu strategis, termasuk dalam konteks perkembangan AI dan etika inovasi,” ujar Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi.
Peran Strategis dalam Pengembangan IKU Universitas Hasanuddin
Keterlibatan Departemen Ilmu Komunikasi dalam konferensi ini tidak hanya berdampak pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi secara langsung pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Hasanuddin, khususnya pada IKU ke-8.
IKU ke-8, yang berfokus pada “Program Studi Berstandar Internasional,” bertujuan untuk mendorong program studi di perguruan tinggi memiliki standar dan kualitas yang diakui secara global, termasuk melalui akreditasi internasional. Dengan menjadi co-host dalam konferensi ini, Departemen Ilmu Komunikasi turut memperkuat posisi UNHAS sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. “Kontribusi ini adalah bukti nyata bahwa Departemen Ilmu Komunikasi tidak hanya berfokus pada pengembangan keilmuan di tingkat nasional, tetapi juga berupaya membangun jejaring internasional yang kuat. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pengakuan internasional terhadap UNHAS,” tambah Sekretaris Departemen.
Departemen Ilmu Komunikasi sebagai Penyumbang Peserta Terbesar
Menariknya, Departemen Ilmu Komunikasi UNHAS juga mencatatkan prestasi sebagai penyumbang peserta terbesar dalam konferensi ini dibandingkan dengan universitas lainnya. Hal ini tidak terlepas dari dorongan aktif Departemen Ilmu Komunikasi yang mendorong partisipasi mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari S1, S2, hingga S3, untuk mengikuti konferensi ini.
Konferensi ini akan diselenggarakan secara daring dan dapat diikuti secara gratis, sehingga memberikan akses yang luas bagi mahasiswa dan akademisi untuk menambah wawasan dan memperluas jejaring internasional. “Kami mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam forum internasional seperti ini karena ini adalah peluang emas untuk memperluas pengetahuan, memperdalam wawasan tentang AI dan etika inovasi, sekaligus membangun koneksi dengan pakar dari berbagai negara,” ujar Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi.
Konferensi internasional ini akan menjadi platform strategis bagi akademisi dan mahasiswa untuk mengeksplorasi perkembangan terkini dalam teknologi AI dan tantangan etika yang menyertainya. Para pembicara dari berbagai disiplin ilmu akan memberikan perspektif multidimensi yang memperkaya pemahaman tentang bagaimana teknologi AI dapat diterapkan secara etis dan inovatif dalam berbagai bidang.
Keterlibatan Departemen Ilmu Komunikasi sebagai co-host tidak hanya memperkuat posisi UNHAS di level internasional, tetapi juga memperkaya pengalaman akademik mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan global di era digital.
“Melalui partisipasi aktif dalam konferensi ini, kami berharap mahasiswa dan dosen Departemen Ilmu Komunikasi dapat memperoleh wawasan baru, memperkuat kapasitas riset, dan memperluas jaringan akademik di tingkat internasional,” tutup Sekretaris Departemen.
Dengan pencapaian ini, Departemen Ilmu Komunikasi UNHAS kembali membuktikan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang siap bersaing di panggung internasional. Partisipasi dalam konferensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat reputasi UNHAS sebagai universitas yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus berkontribusi nyata pada pengembangan ilmu komunikasi di Indonesia.
Baca juga: Wujudkan Pendidikan Inklusif, Ilmu Komunikasi Unhas Sambut Mahasiswa Disabilitas